PENDIDIKAN SENI (Paradigma Kontekstual)

  PARADIGMA KONTEKSTUAL PENDIDIKAN SENI

(Penerbit Unesa University Press Surabaya 2008.

ISBN. 978-979-028-012-0. 217 hal)

Dunia pendidikan di negeri ini cenderung lebih menekankan aspek kognitif (intelektual), dan kurang diimbangi dengan pendidikan olah rasa dan olah hati. Artinya ada diskriminasi terhadap pencerdasan emosional dan spiritual.

Seni merupakan sebuah cara pemahaman melalui pengalaman artistik individu untuk mengenali diri sendiri maupun orang lain. Seni juga merupakan sesuatu yang alamiah dalam kehidupan manusia, seperti halnya bernafas dan berjalan. Seni adalah aspek intrinsik dari kehidupan manusia. Oleh karena itu pendidikan seni dapat  menjadi menyeimbang dalam dunia pendidikan intelektual karena pendidikan seni merupakan bentuk pendidikan nilai yang bermuara kepada pendidikan moral dan spiritual.

Hasil penelitian telah menginformasikan bahwa pembelajaran seni yang baik (strategi dan pendekatan) mampu untuk memberdayakan Anak Jalanan. Penelitian yang lain, bahwa pembelajaran seni tari di sekolah mampu menimbulkan rasa percaya diri anak yang berupa tumbuhnya perasaan bangga, memiliki sifat pemberani, mampu mengendalikan emosi dan mengasah kehalusan budi, menumbuhkan rasa bertanggung jawab dan rasa mandiri, mudah berinteraksi dengan orang lain, memiliki prestasi lebih baik, berkembang imajinasinya dan kreativitasnya.

 

contact person: 081325722929

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: