TELAH TERBIT BUKU ‘PARADIGMA PENDIDIKAN SENI, Edisi 2

Paradigma Pendidikan Seni (Edisi 2) Telah Terbit

Cover Paradigma ST-3Penyusunan buku ini dimotivasi oleh kelangkaan literatur tentang Pendidikan Seni, terutama menyangkut pemahaman, fungsi, peran, dan filosofinya dalam konteks pendidikan di sekolah umum. Banyak guru dan pemerhati seni yang kurang tepat dalam membelajarkan seni di sekolah. Orientasi mereka dalam membelajarkan seni masih terfokus pada produk atau hasil keterampilan seni sehingga nilai proses pembelajaran yang sesungguhnya kaya makna terasa terpinggirkan. Pada hal di dalam proses pembelajaran seni itulah suatu pengalaman yang khas dan unik sangat diperlukan bagi perkembangan kedewasaan anak. Melalui pengalaman yang khas dan unik, anak/siswa akan mampu menumbuhkembangkan daya kreativitas, imajinasi dan fantasinya, sekaligus yang  membedakan dengan pengalaman yang ditawarkan oleh mata pelajaran lain.

Pada sisi lain, pemahaman pendidikan seni oleh masyarakat luas dan lembaga pendidikan masih sangat kabur. Di sini tampak Pendidikan Seni masih dipandang sebelah mata, dalam arti belum sepenuhnya dimaknai kebermanfaatan serta fungsinya secara maksimal untuk menujang tujuan pendidikan secara menyeluruh, Pendidikan Nasional.

Di dalam buku ini, paradigma pendidikan seni dicoba untuk dimaknai dan dikaji secara lebih menyeluruh dan kontekstual. Pendidikan seni tidak hanya dipandang secara konseptual dan filosofis, melainkan juga mendorong pembelajaran seni secara praktis sehingga mampu mengembangkan berbagai kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak, baik kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosional dan spiritual. Beragam pendekatan pembelajaran seni dapat dimanfaatkan sesuai dengan tingkat psikologi siswa maupun kondisi sekolah, seperti pendekatan ekspresi bebas, pendekatan disiplin, pendekatan multikultural, dan pendekatan tematik. Pendekatan multikultural misalnya,  pendekatan multukultural mempunyai spektrum yang luas karena akan mencerminkan serangkaian program dan strategi pembelajaran yang kemudian dituangkan dalam kurikulum. Pendekatan multikultural harus menampilkan berbagai keragaman bentuk dan jenis seni yang berasal dari beragam latar belakang budaya yang ada tanpa mengusik perbedaan. Selain itu perlu senantiasa diupayakan untuk mengembangkan kesadaran atas apa yang tidak adil dan bagaimana cara mengubahnya melalui kegiatan seni.

Dari beragam pendekatan tersebut guru harus berperan sebagai apa dan bagaimana harus melakukan tugasnya? Kemudian juga strategi dan metode macam apa yang  harus dipilih dalam proses pembelajaran? Bagaimana cara menilai hasil pembelajaran siswa? Semua itu dapat ditemukan dalam buku ini, bahkan pembaca dapat menjumpai berbagai model silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), model penilaian, dan hal-hal yang diperlukan dalam pembelajaran seni di sekolah umum.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: