Konservasi Seni Budaya Jawa Tengah

KONSERVASI SENI BUDAYA TRADISI JAWA TENGAH

Oleh: M. Jazuli

Abstrak
Seni pertunjukan tradisional sebagai bagian dari budaya tradisi banyak memberikan harapan, kemanfaatan, dan kebermaknaan bagi kehidupan manusia. Untuk itu perlu dilakukan konservasi (perlindungan dan pemeliharaan). Eksistensi, bentuk, jenis, tema dan perkembangan seni pertunjukan tradisional di Jawa Tengah sangat bergantung pada fungsinya, artinya hanya bentuk dan jenis seni pertunjukan tradisional yang fungsional bagi masyarakat saja yang memperoleh perhatian. Adapun bentuk konservasi meliputi pelestarian, pemanfaatan, dan pedayagunaan atau pengembangan seni pertunjukan untuk tujuan identitas budaya (lokal) daerah, penanaman nilai etika dan norma adat istiadat yang sudah mengkristal serta berlangsung secara turun-temurun. Upaya konservasi dilakukan dengan cara pembelajaran seni pertunjukan tradisional di lembaga pendidikan (formal maupun nonformal), mengadakan lomba atau festival, dimanfaatkan untuk peristiwa-peristiwa penting di daerahnya, pelengkap suatu upacara tertentu, dan atau peningkatan frekuensi pementasan.
Kata kunci: seni pertunjukan tradisional dan konservasi

Laporan hasil penelitian tahap pertama ini terdiri dari dua jenis, yakni berupa deskripsi dan rekaman audio visual seni pertunjukan tradisional tari dan musik Jawa Tengah. Capaian hasil penelitian dikelompokkan dalam tiga bagian. Pertama, Jawa Tengah bagian utara (daerah pesisir pantai utara) terdiri dari kabupaten-kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, kota Semarang, Demak, Pati, dan Rembang; Kedua, Jawa Tengah bagian tengah meliputi daerah Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Magelang, dan Temanggung; Ketiga, Jawa Tengah bagian selatan yakni daerah kabupaten Blora, Semarang, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan kota Surakarta. Pengelompokkan semacam itu dengan pertimbangan letak geografi yang berdekatan antarkabupaten dalam suatu bagian. Selain itu ditinjau dari kehidupan sosial budaya adanya kemiripan gaya seni budaya yang letak daerahnya berdekatan. Contohnya Jawa Tengah bagian tengah, ada kemiripan gaya seni budaya antara Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Penelitian ini telah berhasil mendeskripsikan 50 jenis dari 87 jenis seni pertunjukan tradisional yang masih eksis di Jawa Tengah, terdiri atas 42 jenis tari dan 8 jenis musik. Koreografi tari terdiri atas tari tunggal, berpasangan dan kelompok. Jenis musik terdiri atas musik gamelan, terbang, calung, dan lesung. Tema seni pertunjukan tradisional musik dan tari meliputi: (1) peniruan (pantomim) (2) percintaan (erotik), (3) pergaulan, (4) kepahlawanan atau perjuangan, (5) persembahan (pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa atau berkait dengan keagamaan). Fungsi seni pertunjukan tradisional meliputi ritual, hiburan atau tontonan, media pendidikan, dan wahana integrasi sosial. Makna bagi kehidupan masyarakat terkait dengan keempat fungsi seni pertunjukan tradisional, yang terekspresi ke dalam nilai-nilai simbolis, religius dan nilai patriotis seni pertunjukan tradisional. Upaya konservasi seni pertunjukan tradisional melalui pembelajaran, lomba atau festival, ditampilkan pada peristiwa penting daerahnya, dan untuk perlengkapan upacara tertentu (peningkatan frekuensi pentas). Semua itu bertujuan untuk identitas budaya daerah (lokal) dan konservasi nilai etika dan norma adat istiadat di daerahnya.

Untuk informasi lebih lengkap bisa menghbungi saya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Pornografi dalam Seni Tari

A. Pendahuluan
Kemajuan teknologi internet sebagai salah satu media komunikasi global banyak menawarkan berbagai informasi yang dibutuhkan manusia. Di dalam internet kita bisa menjumpai berbagai situs porno (gambar bugil) hasil rekayasa para webmaster lewat trick-trick montage atau kenyataan seperti apa adanya.
Fenomena pornografi juga bisa kita temukan dalam karya sastra, seperti Kamasutra, Darmogandul, kitab Kuning, dan sebagainya. Nuansa porno juga bisa ditemukan pada upacara-upacara seperti Tantrayana, bahkan di Bali tepatnya pada banjar Kaja desa Adat Sesetan Denpasar sampai sekarang masih melakukan acara med-medan (cium-ciuman) dalam upacara Ngembak Geni (setelah merayakan Nyepi). Dalam karya seni kita bisa menjumpai pada seni lukis, seni patung (The Kiss karya Auguste Rodin, C. Brancusi, dan Edvard Munch) seni pahat (lihat relief candi Borobudur dan Prambanan), seni musik (suara desah-desah penyanyi Dang Dut), dan seni tari (tarian striptease, tari ular). Di televisi kita dapat menjumpai iklan maupun film yang bernuasa porno (film waybach, iklan peralatan kosmetik). Contoh tersebut mengisyaratkan bahwa informasi yang semakin transparan melalui berbagai bentuk media sekarang ini agaknya telah mendorong pergeseran nilai, khususnya tentang segala sesuatu yang sebelumnya dianggap tabu, porno. Oleh karena itu, sangat wajar bila Rancangan tentang Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RAPP) sampai kini masih kontravesial sehingga belum dapat disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Kenyataan semacam itu juga menandakan bahwa kita semakin kesulitan dalam menentukan apakah sesuatu itu porno atau tidak. Baca pos ini lebih lanjut

Antropologi Seni

SILABUS MATA KULIAHANTROPOLOGI SENI

PUSTAKA ACUAN 

Ayatrohaedi.1986. Kepribadian Budaya Bangsa (Local genius). Jakarta: Pustaka Jaya. Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.